SKB Buka Peluang Tuntaskan Pendidikan dan Kembangkan Keterampilan

SKB Buka Peluang Tuntaskan Pendidikan dan Kembangkan Keterampilan

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tenggarong Seberang menjadi tonggak penting dalam menekan angka putus sekolah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). 

Selain memberikan pendidikan kesetaraan, SKB ini juga membekali warga belajar dengan keterampilan praktis untuk mendukung kemandirian.

Kepala SKB Tenggarong Seberang, Mardi Santoso, menjelaskan bahwa SKB hadir sebagai alternatif pendidikan bagi masyarakat yang belum menuntaskan jenjang formal, mulai dari SD hingga SMA, melalui program Paket A, B, dan C. 

“Dengan berdirinya SKB ini sangat membantu masyarakat untuk menuntaskan pendidikannya. Kami juga menyasar anak-anak usia sekolah yang putus sekolah karena berbagai alasan,” kata Mardi, Jumat (15/8/2025).

Selain pendidikan akademik, SKB juga menyediakan pelatihan keterampilan atau life skill seperti tata boga, menjahit, dan keterampilan perbengkelan, agar warga belajar tidak hanya lulus pendidikan, tetapi juga siap mandiri atau bekerja. Kelas inklusi juga disediakan untuk penyandang disabilitas, dengan prestasi warga belajar yang aktif mengikuti kegiatan olahraga hingga menjuarai turnamen.

Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menekankan bahwa keberadaan 11 SKB di Kukar merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menekan angka putus sekolah. “Selama warga tidak lulus dalam satu jenjang pendidikan, hal ini menjadi salah satu indikator kemiskinan. SKB dibangun untuk memotong masalah ini,” jelasnya.

Pujianto menambahkan, selain pendidikan kesetaraan, SKB juga memberikan pelatihan kerja dan sertifikasi, mendorong warga untuk mandiri dan siap menghadapi dunia kerja. 

“Harapannya, selain meminimalkan putus sekolah, warga Kukar juga memiliki keterampilan yang dapat mengentaskan kemiskinan,” tutupnya.

SKB Tenggarong Seberang menjadi bukti nyata bahwa pendidikan nonformal tidak hanya mengatasi kesenjangan pendidikan, tetapi juga menyiapkan generasi yang produktif dan mandiri.(adv/disdikbudkukar/kn5/rhi)