- PT Pertamina Hulu Mahakam Dongkrak Produksi Minyak Lapangan Handil hingga 2000 bph
- Seminar Cinta Hadirkan Ustadz Bendri Jaisyurrahman di Tenggarong
- Rea Kaltim Gelar Pelatihan UMKM untuk Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Desa
- Oh House Project Inisiasi Beauty Class bagi Muda-Mudi Handil
- PELITA BUWANA, Inovasi Sosial PEP Sangatta Field Lapangan Semberah
- Bupati Kutim Lantik 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Fungsional
- Wabup Kutim Patok 3 Persen Turunkan Angka Stunting Setiap Tahun
- Wabup Kutim Apresiasi Pengukuhan Kopda Borneo
- Mahyunadi Harap Aparatur Mampu Mengoptimalkan Infrastruktur Digital
- Bupati Apresiasi Petani Melon di Teluk Pandan, Hasilkan 30 Ton Sekali Panen
Wabup Kutim Apresiasi Pengukuhan Kopda Borneo

kukarnews.id, KUTAI TIMUR – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, memberikan apresiasi atas pengukuhan dan pelantikan Komando Pengawal Pusaka Adat Dayak Borneo (Kopda Borneo) Kabupaten Kutim yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Senin (15/12/2025). Ia menilai kehadiran Kopda Borneo menjadi langkah strategis dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya Dayak di daerah.
Mahyunadi mengapresiasi susunan kepengurusan Kopda Borneo Kutim yang dinilainya inklusif dan terbuka. Menurutnya, keterlibatan pengurus dari berbagai latar belakang suku menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat dalam mengawal pusaka adat Dayak. “Ini adalah ajakan kerja sama yang luar biasa. Menjaga budaya Dayak tidak bisa dilakukan oleh satu suku saja, tetapi perlu melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Pembangunan Embung Jadi Program Prioritas Distanak Kukar Tahun 20220
- Pemkab Kukar Salurkan Vaksin Ketiga Untuk Nakes0
- Dispora Kukar Menunda Sementara Kegiatan Kepramukaan dan Kepemudaan Selama Pandemi0
- Peningkatan Kapasitas Pengajar Melalui Program Guru Penggerak0
- Sistem Online Disdukcapil Cegah Potensi Praktik Calo0
Ia menegaskan bahwa para pendatang yang tinggal dan mencari penghidupan di Kutim juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga adat dan budaya lokal. Menurutnya, kesadaran kolektif inilah yang akan memperkuat identitas budaya Kalimantan Timur di tengah perkembangan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Mahyunadi juga menekankan pentingnya menjaga spiritualitas masyarakat Dayak, struktur kehidupan sosial yang komunal, serta warisan budaya fisik seperti rumah betang dan lamin agar tetap lestari. Ia berharap nilai-nilai luhur masyarakat Dayak tidak tergerus arus modernisasi.
Sementara itu, Ketua Panitia Pengukuhan Kopda Borneo Kutim, Tahmil Tuan Sabu, menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi momentum awal bagi organisasi untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
“Kopda Borneo siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga pusaka adat Dayak,” pungkasnya. (adv/dkomkutim/kn7/rhi)











