Kukar Catat Penurunan Angka Stunting Signifikan, Bupati Aulia Rahman Basri Apresiasi Tim Percepatan

Kukar Catat Penurunan Angka Stunting Signifikan, Bupati Aulia Rahman Basri Apresiasi Tim Percepatan

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan apresiasi tinggi terhadap kerja keras tim percepatan penurunan stunting. Hal ini diungkapkan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, saat membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Kamis (11/12/25).

 

“Bapak-Ibu, kami mengapresiasi dan memberi penghargaan setinggi-tingginya kepada tim percepatan penurunan stunting di Kukar. Hasil statistik menunjukkan kerja nyata, bukan sekadar kerja keras,” kata Bupati Aulia.

 

Bupati Aulia menjelaskan, angka stunting di Kukar mengalami penurunan yang signifikan. Dari catatan 2024 sebesar 14,2 persen, kini angka stunting turun menjadi 12,6 persen. Angka ini jauh di bawah rata-rata nasional dan provinsi.

 

“Mempertahankan angka di bawah standar itu sangat berat. Penurunan setiap digit memerlukan langkah luar biasa. Kukar sudah berada di track yang tepat,” ujar Bupati.

 

Dalam rapat koordinasi tersebut, Bupati Aulia menekankan dua hal penting. Pertama, mengevaluasi langkah-langkah yang perlu dioptimalkan. Kedua, mempertahankan langkah yang sudah tepat dan relevan, serta menyesuaikan strategi bila diperlukan.

 

“Kita harus melihat mana yang sudah bagus dan perlu diekskalasi baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Mana yang harus diganti jika dianggap tidak relevan,” imbuhnya.

 

Stunting bukan hanya tanggung jawab satu dinas. Penanganannya merupakan kerja bersama seluruh stakeholder, dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.

 

“Menurunkan stunting jauh lebih berat daripada menurunkan angka kemiskinan. Stunting tidak hanya soal ekonomi, tapi juga pola asuh dan kondisi psikologis anak,” jelasnya.

 

Ia mencontohkan, ada orang tua dengan kemampuan ekonomi di atas rata-rata, tapi anaknya tetap mengalami stunting karena kurang perhatian dalam pola asuh. Penanganan stunting secara otomatis juga berdampak pada pengurangan angka kemiskinan.

 

Bupati juga menyampaikan kabar baik terkait kemiskinan. Angka kemiskinan di Kukar turun dari 7,2 persen menjadi 6,8 persen, angka terendah dalam 30 tahun terakhir.

 

Meski terjadi penurunan transfer keuangan daerah, Bupati Aulia menekankan pelayanan dasar, termasuk program stunting, harus tetap berjalan dengan strategi tepat sasaran.

 

Peran kader posyandu juga mendapat sorotan. Mereka disebut sebagai garda terdepan penanganan stunting, termasuk dalam program makan bergizi gratis untuk balita dan lansia.

 

“Posyandu tetap jadi prioritas meskipun anggaran menurun. Kader posyandu sangat penting untuk mengawal program ini,” katanya.

 

Pihaknya sempat bersurat ke Kemendagri terkait pengakuan daerah penanganan stunting terbaik. Menurutnya, Kukar layak mendapat predikat tersebut berdasarkan hasil nyata penurunan angka stunting.

 

Ia optimistis dengan kerja kolaboratif, penurunan angka stunting dapat lebih signifikan. Target di 2026, angka stunting di Kukar bisa turun ke level single digit.

 

“Ini semua kerja kita bersama, untuk menciptakan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas di Kutai Kartanegara,” pungkasnya.(kn2/rhi)