Pemkab Kukar Hadirkan Dokter Spesialis Anak ke Desa Terpencil, Perkuat Langkah Penurunan Stunting
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam menurunkan angka stunting melalui berbagai inovasi dan pendekatan konvergensi. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi sorotan adalah program SAPA SI KAKA, yang menghadirkan dokter spesialis anak langsung ke desa-desa terpencil di wilayah Kukar.
Program ini merupakan bagian dari upaya intervensi spesifik yang menyasar 124 titik layanan kesehatan, termasuk puskesmas, pos pelayanan kesehatan desa (pusban), dan desa-desa yang sulit dijangkau. Sebanyak 21 dokter spesialis anak dari RSUD dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalimantan Timur terlibat aktif dalam pelaksanaan program ini. Pada tahun 2025, SAPA SI KAKA direncanakan akan diperluas ke 30 titik tambahan.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di desa terpencil mendapatkan hak yang sama dalam hal pemantauan tumbuh kembang dan pencegahan stunting,” jelasnya.
Kunjungan dokter spesialis anak ke desa terpencil tidak hanya berfokus pada pemeriksaan fisik anak, tetapi juga mencakup pendekatan holistik terhadap kesehatan keluarga. Dalam setiap kunjungan, tim medis melakukan skrining tumbuh kembang, memberikan konsultasi gizi, serta menyampaikan edukasi kepada orang tua dan kader kesehatan desa. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan sebagai periode emas dalam mencegah stunting. "Dengan pendekatan ini, masyarakat desa yang sebelumnya sulit mengakses layanan spesialis kini mendapatkan penanganan yang setara dengan wilayah perkotaan," ucapnya.
Selain itu, program ini diharapkan menjadi model berkelanjutan yang tidak hanya menyelesaikan masalah stunting secara jangka pendek, tetapi juga membangun sistem kesehatan desa yang lebih tangguh dan mandiri. Bupati Kukar, Edi Damansyah, menambahkan bahwa kehadiran dokter spesialis ke desa merupakan bentuk nyata dari pelayanan kesehatan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (adv/diskominfokukar/stg/kn2/rhi)
adminKN