Dukungan Kelurahan Loa Ipuh Wujudkan Zero Stunting

Dukungan Kelurahan Loa Ipuh Wujudkan Zero Stunting
Keterangan Gambar : Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan.

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting di wilayahnya. Berbagai langkah strategis digulirkan, salah satunya dengan memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) melalui dukungan anggaran yang signifikan.

Saat ini setiap Rukun Tetangga (RT) di Loa Ipuh kini mengelola dana sebesar Rp 50 juta, sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar). Dana tersebut diarahkan untuk mendukung program penanganan stunting yang dijalankan oleh Kelompok Kerja (Pokja) RT bersama Posyandu.

“Dengan dukungan ini, Posyandu bisa lebih leluasa menjalankan berbagai kegiatan pencegahan dan penanganan stunting,” ujar Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan.

Upaya ini membuahkan hasil positif. Dalam dua tahun terakhir, kasus stunting di Loa Ipuh menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Sejak 2023 hingga 2024, jumlah anak yang mengalami stunting tercatat di bawah 20 kasus.

Menariknya, sebagian besar kasus tersebut bukan berasal dari warga asli Loa Ipuh, melainkan pendatang dari daerah lain. Hal ini tak lepas dari status Loa Ipuh sebagai kelurahan terbesar dan terpadat di Kecamatan Tenggarong, yang menjadi magnet bagi perpindahan penduduk.

Erri optimistis, dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Loa Ipuh bisa mencapai target ambisius yakni zero stunting.

“Harapan kami, tahun ini tidak ada lagi anak yang mengalami stunting. Program-program dari Pemkab Kukar sudah terbukti efektif, tinggal kita kawal bersama,” pungkasnya penuh semangat. (adv/diskominfokukar/stg/kn2/rhi)