Gerakan Bersama Intervensi Pencegahan Stunting di Kecamatan Loa Janan
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Bupati Kutai Kartanegara secara resmi mencanangkan Gerakan Bersama Intevensi Serentak Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal bagi Balita dengan Permaslahan Gizi yang berlangsung di Gedung Serbaguna, Kantor Camat Loa Janan, Kamis (8/8/2024). Pencanganan ini langkah cepat penanganan dari hasil data pengukuran dan penimbangan yang dilakukan secara serentak se-Nasional pada bulan Juni yang lalu.
Bupati Edi Damasnyah menyebutkan bahwa dari data tersebut diperoleh data dengan kategori gizi kurang yang berdampak pada kurangnya berat badan, kurangnya tinggi badan dan sudah dipeoleh nama sasaran dan alamatnya.
“Sehingga gerakan cepat ini terutama memberikan makanan tambahan agar tidak berpotensi stunting,” harap Bupati Edi Damansyah.
Pemberian makananan tambahan tersebut nantinya akan dikoordinatori oleh Ketua PKK tingkat desa. Dirinya meminta untuk pemberian makan tambahan tersebut diarikan satu titik, agar apa yang dimasak, bisa dipastikan dimakan oleh anak yang menjadi target penanganan. “hasil kunjungan di lapangan, jangan dikirim ke rumah, karena kita tidak tahu makanan tersebut dimakan atau tidak dirumah,” tambahnya.
Edi berharap dalam dua bulan kedepan, para orang tua yang menjadi target sasaran bisa berperan aktif membawa anaknya untuk menerima PMT Lokal yang telah dipersiapkan. “Selalu saya tegaskan ini yang menjadi penentu adalah para orang tua,” ucap Edi.
Sementara itu Camat Loa Janan,Hery Rusnadi menyampaikan bahwa dalam ini penanganan ini melibatkan seluruh pihak terkait untuk bersama menekan angka gizi buruk dan stunting di wilayah Kecamatan Loa Janan.
“Ada 1.438 balita dengan gizi bermasalah, yang ditangani oleh 3 puskemas,” ucap Camat Loa Janan, Hery Rusnadi.
Untuk penanganan dengan pemberian makanan tambahan lokal juga sudah dilakukan dengan hasil yang cukup signifikan. Pihaknya juga akan melakukan perjanjian kerja sama dengan sejumlah perusahan sekitar area Kecamatan Loa Janan. “Perusahaan yang lain dan belum diharapkan bisa segera, jangan terlalu lama agar penanganan bisa maksimal,” tutupnya. (adv/diskominfokukar/stg/kn1/rhi)
adminKN