Pemkab Kukar Bersama Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta Atasi Stunting di Kukar

Pemkab Kukar Bersama Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta Atasi Stunting di Kukar

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta menggelar kegiatan Lokakarya Manajemen Data dan Pengetahuan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kukar yang berlangsung di Ruang Rapat Kabid Sosbud Bappeda Kabupaten Kukar. Senin (25/3/2024).

 

Hadir sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Kukar yang ikut berperan dalam penanganan stunting di Kutai Kartanegara.

 

Dalam sambutannya Regional Lead Kalimantan Tanoto Foundation, Roselina Ping menyebutkan Tanoto sejak 2018 bekerja sama dengan Pemkab Kukar dalam bidang pendidikan, “Untuk itu kami mengajak dan bermitra dengan Yayasan Cipta untuk penanganan stunting di Kukar,” ucapnya.

 

Sementara itu perwakilian dari Yayasan Cipta, Wiwid Widhaturrahmah secara virtual menyambut baik kegiatan ini. Program pendampingan dalam penanganan stunting ini dinilai penting untuk mendapatkan data yang valid, sehingga dalam kegiatan jni bisa mendapat masukan data yang bisa dipesiapkan. “Kegiatan ini harapannya bisa menjadi rapat pertemuan koordinasi dalam persiapan kegiatan rembug stunting Kukar,” jelasnya.

 

Perwakilan dari Pemkab Kukar, Kabid Sosbud Bappeda Kukar, Gamal Abdul Aziz menyampaikan terkait anakisis situasi dan perencanaan kegiatan daerah. Dirinya menyebut ada beberapa kondisi yang belum diatur dan bersifat kearifan lokal dan dikaitkan dengan penanganan stunting sejak 2019.

 

“Penanganan stunting sudah dilaksanakan kleh perangkat daerah, namun dalam prosesnya terdapat ketidakselarasan. Diantaranya terkait pemetaan program,” jelas Gamal.

 

“Jadi saat diaudit kinerja BPK, tidak dianggap kinerja daerah sehingga menjadi tidak baik,” tambahnya.

 

Dirinya juga menyebut ada 3 poin penting yang nantinya akan diselaraskan dalam aksi Bangda. Yakni Kluster Data Presisi, Manajerial dan Operasional.

 

“Sehingga nantinrencana aksi daerah, untuk sejumlah kendala menjadi solusi program pemetaan dan menjadi pedoman intervensi dalam penanganan stunting,” tutupnya. (adv/diskominfokukar/stg/kn1/rhi)