Keterlibatan Bersama Atasi Stunting di Kukar
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan tidak ada lagi penambahan kasus stunting baru mulai tahun 2025 ini. Sejumlah upaya pencegahan dan penanganan stunting, mulai dari edukasi gizi hingga deteksi dini pada keluarga yang berisiko melahirkan anak stunting.
Target ambisius ini dicanangkan mengingat tren penurunan angka stunting di Kukar yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menegaskan bahwa stunting merupakan permasalahan serius yang harus ditangani bersama demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Selain terus menurunkan angka stunting, kita juga berupaya agar ke depan tidak ada lagi penambahan kasus baru,” ujar Sunggono.
Menurutnya, Pemkab Kukar bersama pemangku kepentingan telah menjalankan berbagai program kolaboratif dengan berbagai pihak dalam upaya menangani stunting. Akses Sanitasi dan Air Bersih. Selain faktor gizi, Pemkab Kukar juga berfokus pada peningkatan akses air bersih dan sanitasi layak untuk mencegah infeksi yang dapat memperburuk kondisi kesehatan anak dan berisiko menyebabkan stunting.
Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting, melalui tim pendamping keluarga (TPK), pemerintah memberikan bimbingan dan monitoring bagi keluarga yang berisiko tinggi melahirkan anak dengan kondisi stunting.
Selain melibatkan berbagai instansi pemerintah, Sunggono juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya mencegah stunting.
Ia mengajak seluruh pihak, termasuk akademisi, dunia usaha, dan komunitas, untuk bersinergi dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri, ini adalah tanggung jawab bersama. Semua pihak harus saling mendukung agar target nol kasus stunting bisa terwujud,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Kukar optimistis dengan langkah-langkah yang telah diambil, target nol kasus stunting dapat tercapai dalam waktu dekat. Dengan terus memperkuat program intervensi dan melibatkan berbagai pihak, diharapkan generasi mendatang dapat tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing dalam era Indonesia Emas 2045. (adv/diskominfokukar/stg/kn1/rhi)
adminKN