Kukar Menuju Zero Stunting: Komitmen Serius dari Seluruh Pihak
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan komitmen kuat dalam menurunkan angka stunting sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan target ambisius "Zero Stunting", Kukar menggalang kekuatan lintas sektor, mulai dari pemerintah desa hingga dunia usaha.
Melalui pendekatan aksi konvergensi, Pemkab Kukar menetapkan 41 desa/kelurahan sebagai lokus intervensi stunting. Program ini mencakup penguatan posyandu, PAUD, dan fasilitas kesehatan, serta kunjungan dokter spesialis anak.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menyoroti pentingnya data akurat dalam penanganan stunting. “Data akan menjadi landasan bagi setiap program penanggulangan stunting. Dengan pendekatan spasial, kita bisa memahami kondisi di lapangan secara nyata dan menghindari intervensi berbasis asumsi,” jelasnya.
Sunggono juga menambahkan, “Kita menargetkan zero stunting melalui berbagai program pencegahan dan penanganan berbasis kolaborasi lintas sektor. Salah satunya adalah intervensi medis yang melibatkan dokter anak di rumah sakit daerah.”
Gerakan Orang Tua Asuh Stunting menjadi salah satu inovasi sosial yang melibatkan pejabat, kepala desa, dan tokoh masyarakat dalam pendampingan gizi anak. Selain itu, skema CSR dari dunia usaha untuk pembangunan jamban, pemberian makanan lokal, dan pemberdayaan kader.
“Semua sepakat bahwa stunting merupakan masalah yang harus diatasi bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegas Sunggono.
Dengan sinergi lintas sektor dan pendekatan berbasis data, Kukar optimis dapat mewujudkan generasi bebas stunting. (adv/diskominfokukar/stg/kn2/rhi)
adminKN