Ketua DPRD Kukar Ajak Perusahaan dan Petani Kelola Lahan Eks Tambang

Ketua DPRD Kukar Ajak Perusahaan dan Petani Kelola Lahan Eks Tambang

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani menegaskan pentingnya pemanfaatan lahan tidur maupun lahan bekas tambang agar bisa dikelola menjadi lahan produktif pertanian. Hal itu ia sampaikan dalam rangkaian kegiatan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional yang berlangsung di Tenggarong sejak Jumat (19/9/2025).

Menurutnya, pemanfaatan lahan yang tidak produktif merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Ia menilai, lahan-lahan tidur yang masih banyak ditemukan di Kukar seharusnya tidak dibiarkan terbengkalai.

“Kalau lahan tidur ini bisa kita olah untuk tanaman produktif, tentu akan menjadi potensi besar bagi sektor pertanian di Kukar,” ujarnya.

Selain itu, Yani juga menyoroti kewajiban perusahaan tambang yang telah berhenti beroperasi untuk mengembalikan fungsi lahan.

Ia menekankan agar lahan pasca tambang dapat dimanfaatkan kembali, terutama untuk mendukung ketahanan pangan melalui sektor pertanian.

“Dalam RTRW sudah jelas, lahan eks tambang tidak boleh dibiarkan kosong. Harus dimanfaatkan kembali, dan pertanian menjadi salah satu opsi utama agar masyarakat tetap memperoleh manfaat meski tambang sudah selesai,” jelasnya.

Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, optimalisasi pemanfaatan lahan akan lebih efektif jika dibarengi dengan program pemberdayaan petani.

DPRD Kukar, kata dia, terus mendorong agar anggaran daerah berpihak pada petani melalui bantuan sarana produksi, pelatihan, hingga dukungan pemasaran hasil panen.

“Kami ingin kebijakan ini benar-benar memberi dampak langsung. Anggaran sudah diarahkan untuk kelompok tani maupun gapoktan, agar pemanfaatan lahan ini sejalan dengan peningkatan kapasitas petani,” tambah Yani.

Ia pun optimistis, pengelolaan lahan tidur dan lahan pasca tambang akan mampu meningkatkan produktivitas pangan sekaligus memberi kontribusi pada ketahanan pangan nasional.

“Pertanian adalah solusi nyata. Dengan memaksimalkan potensi lahan yang ada, ketersediaan pangan bisa terjaga dan kesejahteraan masyarakat pun meningkat. KTNA ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen tersebut,” pungkas Yani. (adv/dprdkukar/kn2/rhi)