Edi Damansyah Sebut Melawan Stunting Dimulai dari Rumah

Edi Damansyah Sebut Melawan Stunting Dimulai dari Rumah

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menyebut program Pemberian Makan Tambahan (PMT) selama dua bulan kedepan menjadi upaya besar dalam penanganan stunting dan gizi buruk di Kukar. Program PMT ini digelar setiap hari kerja bersama pemerintah dan juga dunia usaha.

 

Edi menekankan pentingnya gerakan serentak ini, yang akan menjadi tolok ukur keberhasilan saat penimbangan serentak nasional pada bulan Oktober. Tapi dirinya mengingatkan bahwa faktor penentu utama keberhasilan intervensi ini bukan hanya pada program formal, namun juga pada peran orang tua di rumah. Dirinya menyoroti pentingnya peran orang tua dalam pola asuh yang sehat.

 

"Anak-anak hanya berada di Posyandu selama 3-4 jam, tetapi selebihnya mereka di rumah. Ini yang harus kita perhatikan. Orang tua harus lebih proaktif dalam memastikan anak-anak mereka mendapatkan asupan gizi yang cukup. Jika anak sulit makan, jangan terlalu mengikuti kemauannya, harus kita arahkan,” ucap Edi Damansyah.

 

Pernyataan itu menggambarkan betapa pentingnya sinergi antara pemerintah, komunitas, dan keluarga dalam mengatasi stunting. Di satu sisi, pemerintah melalui Program Kukar Idaman menyediakan fasilitas dan program intervensi. Di sisi lain, orang tua sebagai ujung tombak di rumah, harus memastikan bahwa apa yang dimulai di Posyandu dan Pusban bisa diteruskan dengan pola makan dan pola asuh yang tepat di rumah.

 

"Orang tua sebagai ujung tombak di rumah dengan menerapkan pola makan dan pola asuh yang tepat," pungkasnya.(adv/diskominfokukar/stg/kn1/rhi)