DPRD Kukar Dorong Optimalisasi Irigasi untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Selama beberapa tahun terakhir, lahan pertanian di kawasan Rapak Rabau, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, terbengkalai akibat rusaknya jaringan irigasi. Pasokan air yang tidak stabil membuat petani kesulitan menggarap sawah. Kini, persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang berkomitmen memperbaiki jaringan irigasi secara bertahap hingga tuntas pada 2026.
Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Fatlon Nisa, menegaskan bahwa perbaikan irigasi menjadi program prioritas sesuai arahan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. DPRD, kata Fatlon, akan mengawal agar proyek strategis ini benar-benar terealisasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bupati sudah menyampaikan bahwa jaringan irigasi primer dan sekunder akan diakomodir dan harus tuntas di tahun 2026. Kami dari DPRD akan terus mengawalnya,” ujar Fatlon saat mendampingi kunjungan Bupati Kukar di Rapak Rabau, Kamis (23/10/2025).
Fatlon menambahkan, pengawasan DPRD tidak hanya pada pelaksanaan fisik proyek, tetapi juga aspek penganggaran. Menurutnya, sistem irigasi yang baik sangat vital untuk meningkatkan produktivitas pertanian di kawasan tersebut.
“Kalau irigasi ini tuntas, masyarakat bisa kembali menggarap sawahnya. Lahan-lahan yang lama tidak produktif diharapkan bisa dibuka kembali,” jelasnya.
Politisi PDI Perjuangan itu juga menyebut antusiasme masyarakat dan kelompok tani sangat tinggi terhadap rencana ini. Warga merasa senang karena Bupati Kukar turun langsung ke lapangan untuk berdialog dan mendengar aspirasi mereka.
“Warga dan kelompok tani merasa senang dan berterima kasih. Mereka lebih semangat setelah mendengar langsung rencana pemerintah untuk memperbaiki jaringan irigasi,” ucap Fatlon.
Ia optimistis, jika jaringan irigasi kembali berfungsi optimal, produktivitas pertanian di Rapak Rabau akan meningkat seperti tahun-tahun sebelumnya. Dampaknya pun akan terasa luas, tidak hanya bagi petani, tetapi juga terhadap ketahanan pangan daerah.
“Kalau ini berjalan baik, dampaknya bukan hanya untuk petani, tapi juga bagi ketahanan pangan daerah,” pungkasnya. (adv/dprdkukar/kn2/rhi)
adminKN