WBP Lapas Perempuan Tenggarong Belajar Sejarah dan Penggunaan Sandi Morse
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Tenggarong menggelar pembinaan berbangsa dan bernegara yakni kepramukaan bagi warga bina pemasyarakatan. Pertemuan kali ini mempelajari tentang sejarah dan cara penggunaan sandi morse serta tali temali, Sabtu (27/11/2021).
"Kegiatan diajarkan oleh 3 orang instruktur dari Kwartir Cabang Kutai Kartanegara," jelas Kalapas Perempuan Kelas II A Tenggarong, Sri Astiana.
Dalam pertemuan ini para instruktur menjelaskan kepada para wbp tentang bagaimana sandi morse ditemukan hingga ketika morse mengajukan hak paten telegraf pada tahun 1837. Pada alat telegraf yang juga ditemukan oleh Morse ini, digunakan sebagai sandi yang terdiri dari titik dan garis untuk melambangkan angka-angka serta kamus untuk mengkonversi angka-angka tersebut menjadi kata-kata dan seperangkat gigi gergaji yang gunanya untuk mengirim sinyal.
Selain itu sandi morse terdiri dari titik-titik dan tanda strip. Ia dapat digunakan dengan sejumlah cara, yaitu menggunakan peluit, senter, tulisan, dan bendera morse.
"Dengan materi kali ini semoga dapat menambah ilmu kepramukaan bagi warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong," tutup Asti. (kn1)
admin