Warga Muara Jawa Inginkan Pembangunan yang Merata

Keluhkan Infrastruktur dan Perhatian Perusahaan Setempat

Warga Muara Jawa Inginkan Pembangunan yang Merata

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Warga Kecamatan Muara Jawa mengadu ke DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) terkait kondisi yang cukup memprihatinkan di wilayahnya.

Perwakilan warga mengeluarkan segala keluhan terkait kurang meratanya pembangunan di salah satu Kecamatan penghasil minyak, gas dan batu bara di Kukar tersebut.

Anggota DPRD Kukar Dapil setempat, Achmad Jais menerangkan, warga Kecamatan Muara Jawa mengeluhkan berbagai masalah yang terjadi di wilayah tersebut, sehingga warga menginginkan adanya perhatian untuk daerah itu.

Selaku legislatif dapil pesisir, dirinya memahami dan turut mendampingi warga Muara Jawa yang menyampaikan keluhan kepada Komisi III DPRD Kukar yang dipimpin Ketua Komisi III Andi Faisal, pada Senin (23/5/2022).

Terdapat enam tuntutan atau keluhan warga Muara Jawa, diantaranya menginginjan adanya pemerataan pembangunan infrastruktur jalan di kecamatan Muara Jawa. Pasalanya, saat ini jalan yang ada di kecamatan tersebut, masih di dominasi jalan rusak, dibanding jalan yang sudah disemenisasi.

"Kalau kita lihat sekarang, lebih banyak jalan rusaknya daripada yang sudah disemenisasi," ujarnya. Senin (23/5/2022).

Kemudian kata dia, tuntutan selanjutnya yakni meminta adanya perhatian serius terkait masalah banjir, karena di Muara Jawa masih sering banjir diakibatkan belum maksimalnya saluran air pembuangan, sehingga saat terjadi hujan, air menggenang dan menyebabkan banjir.

"Dulu itu ada sungai alam disana, tapi zamannya perusahaan Total yang sekarang berubah jadi Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menutup sungai alam itu dan diganti dengan saluran drainase yang lebih kecil," tuturnya.

Ia menjelaskan, pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) kemarin, dihadiri juga beberapa perusahaan yang beroperasi di Wilayah Pesisir, seperti PHM dan PHSS. Namun, utusan yang dikirim oleh pihak perusahaan bukanlah pejabat yang bisa mengambil kepytusan, sehingga masih belum adanya kejelasan perihal tuntutan warga Muara Jawa Tersebut.

"Pejabat dari perusahaan yang dihadirkan bukan orang yang bisa memutuskan atau mengambil kebijakan," ungkapnya.

Bahkan ucap Jais, warga Muawa Jawa juga menyinggung soal banyaknya tenaga kerja yang direkrut perusahaan berasal dari luar Kukar, khususnya Kecamatan Muara Jawa.

Menurut dia, seharusnya perusahaan dalam melakukan rekruitmen harus lebih memberdayakan tenaga kerja lokal  dibanding dari luar daerah.

"Mereka yang dipekerjakan dari luar datang kesini ikut pelatihan juga. Saya percaya SDM lokal kita bisa bersaing dengan SDM luar, kita juga banyak kok punya SDM yang S1, kalau di ikutkan pelatihan saya yakin SDM kita mampu juga. Jadi harus lebih diperhatikan lah warga lokal yang ada di wikayah perusahaan itu," jelasnya.

Tak hanya itu tutur Jais, warga Muara Juga menuntut adanya ketersediaan air bersih di kecamatan Muara Jawa. Pasalnya, saat ini ketersediaan air bersih di wilayah itu masih kurang, Bahkan warga sampai rela membeli per tandon dengan swasta atau perusahaan dengan harga yang lebih mahal.

"Sekarang warga banyak yang beli air dari perusahaan dan harganya juga lebih mahal, yang biasanya per tandon Rp 50 ribu, bisa sampai Rp 150 ribu dijual oleh oknum," tandasnya.

Namun, pada RDP tersebut juga dihadiri pihak Perumda Tirta Mahakam yang bersedia untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut.

"Ada tadi dari PDAM, dan mereka akan tindaklanjuti," tuturnya.

Sementara itu ungkap Jais, tuntutan yang terakhir dari warga Muara Jawa yaitu meminta adanya penyediaan Jaringan Gas (Jargas) ke rumah-rumah warga, sebagaimana yang sudah ada di beberapa wikayah yang ada di Kukar.

"Kan lucu, kita Muara Jawa penghasil gas, kok belum ada Jargas masuk di wilayah kami. Bayangkan kalau warga tetap terus beli pakai tabung gas. Kita ini seperti tujus mati dilumbung padi, gas kita melimpah, tapi kita masyarakat krisis gas," keluhnya.

Dirinya menginginkan, adanya Jaringan Gas yang labgsung ke rumah warga di Kecamatan Muara Jawa. "Belum ada di tempat kami Jargas," tutupnya.(*/kn1/rhi)