Ekonomi Kreatif Jadi Asa untuk Kesejahteraan
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dikenal sebagai kabupaten kaya akan sumber daya alam seperti batu bara dan migas. Namun, tak selamanya daerah itu akan terus-menerus bergantung dengan industri eksplorasi hasil bumi atau terlena dengannya. Daerah dengan luas 27.263 kilometer persegi itu akan terpuruk kala sumber daya alam habis.
Namun Kukar masih punya asa untuk meningkatkan ekonomi masyarakatnya sejak kini. Hal paling realistis sekarang, yakni mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dioptimalkan.
"Kalau potensi pasti ada terutama di sektor seni pertunjukan, karena krannya sdah terbuka di Jawa dan kota sekitar, Kukar bakal menyusul," ungkap Wakil Ketua Kekraf Akbar Haka, Sabtu (28/5/2022).
Lalu dijelaskannya potensi ekonomi dan pariwisata berangsur terlihat pada tahun 2022 ini, mengingat pemerintah pusat telah melakukan pelonggaran protokol kesehatan. Seperti membuka masker di tempat umum terbuka. Dan menurut pihaknya seni pertunjukan Kukar, akan kembali berkembang seperti sebelum pandemi Covid-19.
"Event dimana mana akan muncul, rame lagi, ketika kembali rame, seperti pekerja panggung, sound, EO (Event Organizer), terus kuliner yang terlibat akan hidup lagi," ucapnya.
Lalu disebut pria ini hal yang bisa dilihat dan terus berkembang di sektor ekonomi kreatif Kutai Kartanegara, yakni. Sektor kuliner, walau masih dalam kondisi pandemi, sektor ini, semakin menjamur dan tumbuh pesat, walau hanya usaha mikro kecil tapi tetap eksis hingga sekarang. "Banyak warung, coffe shop yang buka, produk pinggir jalan juga banyak," tandasnya.
Selanjutnya ucap Akbar Haka, unit usaha ekonomi kreatif Kukar yang ikut berkembang adalah sektor digitalisasi. Contohnya pengusaha konten kreator, videografi, audio, foto, dan terakhir copy writer "jadi salah satu profesi baru sebagai penulis caption unik dalam pengiklanan sebuah produk," tungkas, Akbar Haka.
Sedangkan dikonfirmasi berbeda oleh media ini, Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Slamet Hadiraharjo, mengatakan. Dinasnya saat ini tak hanya fokus pada pengembangan pariwisata, tetapi juga sektor ekonomi kreatif. Salah satu solusinya melaksanakan event-event di daerah. Selain itu, terkait ekonomi kreatif Kukar juga tak lepas dari visi misi Bupati Kukar, Edi Damansyah, saat ini. "jadi dalam festival itu ada pergerakan ekonomi," sebutnya.
Terusnya, sepanjang tahun 2022 direncanakan akan banyak festival yang masuk kalender, Kukar kaya festival. Contohnya festival youth Tenggarong, nutuq baham, dan paling ditunggu kegiatannya adalah Tenggarong Internasional Fort Art Festival (TIFAF). Dengan adanya sejumlah event diharap ekonomi kreatif bisa menjadi sektor pendapatan lain, bagi pemerintah maupun masyarakat.
"Kita berharap ada pergerakan ekonomi mikro ditingkat masyarakat yaitu UMKM. Hal ini untuk memberi ruang bagi masyarakat UMKM memperkenalkan prodak dan sekaligus menjadi tempat masyarakat mendapatkan rezekinya," tuturnya.
Salah satu pengusaha kuliner dan sekaligus musisi asal Tenggarong, Kutai Kartanegara, bernama Ariannur, mengatakan. Optimis, dengan perkembangan ekonomi kreatif di Kukar, apalagi di saat sekarang. Dimana pemerintah juga telah melakukan pelonggaran protokol kesehatan.
Selain itu disebut, Ariannur dengan banyak kegiatan event musik dan kuliner, perputaran ekonomi akan semakin menggeliat di Kukar. Dirinyapun berharap dengan pemda Kukar, agar lebih memperbanyak lagi kegiatan event bagi komunitas seni tradisi ataupun kuliner.
"Selain melaksanakan kegiatan festival pemerintah juga bisa melaksanakan kegiatan pembinaan untuk komunitas dan pengusaha agar berinovasi dan mempromosikan produk lokal anak Kutai Kartanegara," akhirinya. (adv/pkom/kn1/rhi)

admin