SiCekatan: Kolaborasi Hebat Menuju Generasi Bebas Stunting

SiCekatan: Kolaborasi Hebat Menuju Generasi Bebas Stunting

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmen kuat dalam menurunkan angka stunting melalui pendekatan terpadu dan inovatif. Salah satu program unggulan yang turut membantu dalam penanganan adalah SiCekatan, yakni Kolaborasi Cegah Atasi Stunting dengan Program Konvergensi, yang dicetuskan oleh Desa Muara Wis.

Kepala Desa Muara Wis, Kasmir, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan program ini merupakan hasil kerja keras lintas sektor.

“Kecamatan Muara Wis dulu tercatat memiliki angka stunting tertinggi di Kukar. Namun berkat kerja keras lintas sektor, penurunan yang terjadi sangat luar biasa sehingga desa kami dijadikan pilot project,” ujarnya.

Data menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kukar berhasil ditekan dari 27,1% pada 2022 menjadi 14,3% pada 2024, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi. “Semua sepakat bahwa stunting merupakan masalah yang harus diatasi bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Pemkab Kukar menetapkan 41 desa/kelurahan sebagai lokus intervensi dan menggencarkan pemantauan pertumbuhan balita melalui posyandu, fasilitas kesehatan, dan PAUD.

Inovasi lokal seperti Raga Pantas, Bakti Pantas, Rumah Bahagia, dan PMB Kukar Idaman menyasar 2.200 balita bermasalah gizi di 20 kecamatan. Seluruh program yang dilakukan ini, terus disinergikan bersama seluruh pihak, agar cita-cita zero stunting di wilayah ini bisa terwujud. (adv/diskominfokukar/stg/kn1/rhi)