Nidya Listiono : UMKM Harus Lebih kreatif Memasarkan Produknya
kukarnews.id, SAMARINDA - Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono turut menanggapi kebijakan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan yang secara resmi melarang Tiktok Shop di Indonesia.
Menurutnya, dengan tutupnya layanan TikTok Shop di Indonesia, maka pelaku UMKM di Kaltim kini harus lebih kreatif lagi dalam memasarkan produknya.
“Kalau kita berbicara promosi dan bisnis online, sebenarnya masih banyak media yang lainnya. Terlebih Tiktok pada dasarnya adalah media sosial, hanya didalamnya terdapat transaksi jual beli,” ungkap Tio sapaan akrabnya.
Politisi Golkar ini mengaku, hadirnya bisnis online seperti TikTok shop tersebut memang membawa dampak terhadap UMKM yang berjualan secara offline.
"Namun tak bisa dipungkiri juga sebab saat ini sudah zaman digitalisasi. Yang kita lihat para UMKM yang berjualan offline mengeluhkan omzetnya turun hingga 50 persen, namun ini hanya masalah persaingan saja makanya kita dorong para pengusaha UMKM harus lebih kreatif lagi, dalam memasarkan produknya, " tuturnya.
Ia menambahkan, saat ini para pelaku UMKM hatus menciptakan, menjual, hal yang berbeda daripada yang lain.
"ni salah satu cara yang akan menyelamatkan usaha dari kondisi sulit saat ini, " imbuhnya.
Untuk diketahui, TikTok Shop resmi ditutup sebab aturan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 yang berdampak dengan penutupan fitur ini di Indonesia. (wn/kn1/rhi/adv/dprdkaltim)
admin