Miliki Laboratorium Lingkungan, Potensi Sumbang PAD

Miliki Laboratorium Lingkungan, Potensi Sumbang PAD

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kini resmi memiliki laboratorium lingkungan yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar.


Hadirnya laboratorium lingkungan ini guna memberikan pelayanan dengan tingkat maksimal,  terkait adanya klaim atau laporan pengaduan pencemaran lingkungan, pihak dinas harus membuktikan secara ilmiah dan harus libatkan pihak laboratorium.


Sebelum adanya laboratorium ini, pihaknya bekerjasama dengan laboratorium yang ada di Samarinda. Namun responnya pun tidak bisa cepat, karena mereka memiliki banyak konsumen lain yang harus dilayani.


Selain digunakan untuk percepatan penelitian, laoratorium lingkungan ini berpotensi untuk menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).


Kepala DLHK Kukar, Alfian Noor melihat peluang pasar dalam pembangunan Laboratorium Lingkungan yang baru diresmikan Bupati Kukar Edi Damansyah ini.


Menurut Alfian, Laboratorium Lingkungan tersebut jika dimaksimalkan maka dapat menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) Kukar.


“Karena kami juga telah melakukan kunjungan ke beberapa daerah yang ada di Indonesia, dan hasil PAD laboratorium lingkungan ini luar biasa,” tegasnya, Selasa (30/11/2021).


Terlebih ucap dia, Pemkab Kukar bersama DPRD Kukar juga telah menetapkan retribusinya melalui peraturan daerah guna mendorong laboratorium untuk mendapatkan penghasilan PAD.


Sementara kata Alfian, untuk tenaga analis laboratorium masih sekitar empat orang, sementara idealnya yang dibutuhkan sekitar 15 tenaga.


“Karena kalau nanti ratusan parameter yang akan kita akreditasi, berarti kan satu analis itu maksimal bisa pegang lima. Sehingga kita masih banyak butuh tenaga analis,” jelasnya.


Ia menambahkan, untuk sistem penggajian tenaga laboratorium juga berbeda dengan penggajian tenaga honor biasa.


“Melihat tingkat kemampuannya dan ilmunya, jadi penghasilannya juga berbeda. Karena kita juga menahan mereka, sebab kita sudah berikan mereka pelatihan. Jadi kalau mereka lepas dari sini saja, sudah banyak laboratorium lain yang mau mengambil mereka,” pungkasnya. (adv/dkom/kn1)