Kukar Kekurangan Nakes Khusus Covid-19

Kukar Kekurangan Nakes Khusus Covid-19

kukarnews.id, TENGGARONG - Krisis tenaga kesehatan (nakes), inilah yang saat ini dihadapi Kutai Kartanegara (Kukar). Sejak dibuka pada pertengahan Juli 2021 lalu, jumlah yang mendaftar sangat sedikit. Yaitu baru 12 orang relawan, padahal saat ini pasien Covid-19 yang dirawat terus meningkat, pada fase gelombang kedua ini.


Hal ini diperparah dengan sebagian nakes juga harus beristirahat sementara, bukan cuti atau ganti jadwal. Dikarenakan terkonfirmasi positif Covid-19, saat melakukan perawatan kepada pasien di rumah sakit.


Kabid Keperawatan RSUD AM Parikesit Kukar, Ipandi Lukman, menjelaskan ada beberapa faktor penyebab kurangnya jumlah pendaftar yang dibuka oleh Dinkes Kukar. Yaitu beberapa kota besar disekitar Kukar yang melakukan hal serupa. Juga membutuhkan nakes dan membuka pendaftaran sebelum Kukar.


Juga disebabkan karena lulusan perawat di Kukar yang mulai menipis dan sedikit. Untuk itu, Dinkes Kukar pun harus merekrut tenaga bidan. Untuk difungsikan di Wisma Atlet Kukar ataupun RS Lapangan Putri Karang Melenu (PKM) yang hampir rampung persiapannya. Mereka akan merawat pasien tanpa gejala dan gejala ringan.


Sedangkan untuk pasien yang memiliki gejala sedang, berat hingga kritis yang ada di rumah sakit tetap diserahkan kepada perawat yang memang memiliki kompetensi disitu.


"Ada beberapa perawat dan bidan yang sudah mendaftar," terang Ipandi, Jumat (30/7/2021).


Pelatihan dan orientasi pun sudah dilakukan oleh Dinkes Kukar kepada12 relawan yang mendaftar. Bagaimana cara menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), terkait pengendalian infeksi dan keselamatan pasien, hingga keselamatan kerja. Dan dipastikan siap bekerja pada awal Agustus 2021 ini.


Rekrutmen pun dipastikan oleh Ipandi akan terus dibuka, seberapa relawan yang mendaftar pun akan langsung dilatih. Dengan tujuan pemenuhan nakes untuk penanganan Covid-19 bisa terpenuhi.


"Idealnya 1 perawat setidaknya merawat 4 pasien," tutup Ipandi. (kn2)