Komisi IV DPRD Kukar Minta Bangunan SD 008 Salo Palai Segera Direhab

Komisi IV DPRD Kukar Minta Bangunan SD 008 Salo Palai Segera Direhab

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) meminta Pemeritah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar untuk memberikan perhatian untuk bangunan SD 008 Desa Salo Palai, Kecamatan Muara Badak. 


Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Syarifuddin saat melakukan kunjungan ke SD 008 Desa Salo Palai bersama anggota Komisi IV Hamdiah Z, anggota Komisi I Pujiono dan perwakilan Disdikbud Kristin beberapa waktu yang lalu. 


Kunjungan ini untuk melihat sarana dan prasarana di SD 008 Salo Palai. Dalam kunjungannya, mereka mendengarkan keluhan dari para guru terkait bangunan sekolah yang belum mendapatkan rehab yang layak. Gedung berbahan dasar kayu itu, dinilai perlu mendapatkan rehabilitasi, mulai dari lantai, dinding, atap dan plafon. 


Kondisi fisik bangunan sudah kurang layak, banyak atap-atap yang bolong dan bocor. Jika hujan turun, proses belajar dan mengajar akan terganggu. Begitu pula dengan bangunan rumah guru dan kepala sekolah disampingnya yang mengalami kondisi serupa. 


Syarifuddin menilai, gedung yang dibangun tahun 1981 itu memang dikatakan tidak ideal untuk menjadi wadah menimba ilmu. Kondisi rumah guru juga sangat memprihatinkan. Menurutnya, bangunan-bangunan ini sudah sangat membahayakan bagi keselamatan murid dan gurunya. Komisi IV DPRD Kukar berharap Disdikbud bisa memprioritaskan untuk merehab berat gedung yang ada,


"Pihak sekolah juga kesulitan mendapatkan informasi karena lokasi yang ada belum ada tower telkomsel, sekolah kesulitan dikala saat ujian menggunakan komputerisasi,” ucapnya. 


“Persolan ini akan kita sampaikan pada Dinas Komunikasi dan Informatika dan Disdikbud agar bangunan yang ada dimasukkan skala prioritas APBD 2024-2025 akan datang," timpal Syarifuddin. 


Kepala SD 008 Salo Palai, Siti Zubaedah menyampaikan permohonan agar bangunan yang ada diganti dengan bangunan yang berkontruksi beton. 


"Selain itu juga kami masih kekurangan buku pelajaran, dan belum adanya jaringan internet, sedangkan kita dituntut ulangan/ ujian berbasis internet. Mohon komisi IV dan Disdikbud mencarikan solusinya," tuturnya. (far/kn3/rhi/advdprdkukar)