Kolaborasi Pemkab, Dunia Usaha, dan Komunitas Tekan Angka Stunting
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmen kuat dalam menekan angka stunting. Hasilnya, Kukar dinobatkan sebagai kabupaten terbaik di Kalimantan Timur (Kaltim) dalam penurunan prevalensi stunting.
Sekretaris Kabupaten Kukar, Sunggono, mengungkapkan bahwa angka stunting di Kukar kini berada di bawah rata-rata nasional. “Ini pencapaian luar biasa. Dalam tiga tahun terakhir, prevalensi stunting turun drastis dari 27,1% (2022) menjadi 14,2% (2024),” jelasnya.
Keberhasilan ini bukan kerja satu pihak. Pemkab Kukar menggandeng dunia usaha melalui program CSR, komunitas lokal, hingga perorangan. Kolaborasi lintas sektor ini melahirkan berbagai inovasi, seperti: RaGa PanTaS (Gerakan Keluarga Peduli Pencegahan dan Atasi Stunting), Bakti Pantas, Pemberian Makanan Bergizi, Rumah Bahagia, Sapa Si Kaka (Satu Langkah Spesialis, Seribu Harapan Anak)
Program Pemberian Makanan Bergizi menjadi prioritas utama. Sebanyak 2.200 balita di 20 kecamatan mendapat makanan bergizi 3 kali sehari selama 58 hari (Oktober–Desember 2024), dengan anggaran Rp10 miliar melalui kerja sama Puskesmas dan PKK.
Selain itu, program Sapa Si Kaka menghadirkan kunjungan dokter spesialis anak ke 124 titik sepanjang 2024, dan 30 titik di 2025. Kolaborasi ini melibatkan 3 RSUD dan IDAI Kaltim dengan 21 dokter spesialis, menyasar balita stunted dan gizi buruk.
“Yang terpenting adalah political will kepala daerah. Kami ingin memastikan tidak ada kasus stunting baru di Kukar,” tegas Sunggono.(adv/prokomkukar/kn2/rhi)
adminKN