Gladi Bersih ANBK 2025 Jadi Upaya Disdikbud Kukar Mantapkan Evaluasi Mutu Pendidikan

Gladi Bersih ANBK 2025 Jadi Upaya Disdikbud Kukar Mantapkan Evaluasi Mutu Pendidikan

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat persiapan pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2025 melalui gladi bersih yang kini berlangsung di berbagai satuan pendidikan, terutama jenjang SMP dan Paket B. Langkah ini menjadi strategi penting untuk memastikan proses asesmen berjalan lancar dan akurat.

Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menegaskan bahwa ANBK memiliki peran strategis dalam pengembangan mutu pendidikan. Bukan sekadar ujian berbasis teknologi, ANBK berfungsi sebagai alat pemetaan kualitas sekolah dan kebijakan daerah.

“ANBK tidak menilai kemampuan individu siswa, tetapi menghasilkan rapor sekolah dan pemerintah daerah. Data ini menjadi acuan penyusunan program yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Ia menilai perubahan paradigma dari Ujian Nasional ke ANBK memberikan gambaran lebih komprehensif terhadap proses belajar mengajar. Selain kompetensi minimum siswa, asesmen juga menyoroti kualitas pengajaran, kondisi lingkungan belajar, dan iklim sekolah.

Guru turut dilibatkan melalui survei lingkungan belajar, termasuk di tingkat PAUD. Meski anak-anak PAUD tidak mengikuti asesmen, informasi dari guru menjadi indikator penting untuk melihat kondisi pendidikan sejak jenjang paling dasar.

Menurut Pujianto, pelaksanaan ANBK di Kukar tahun ini menunjukkan perkembangan positif. Hambatan teknis yang pernah muncul pada masa awal penerapan kini semakin berkurang karena sekolah telah terbiasa dengan perangkat komputer dan jaringan internet.

“Sistemnya fleksibel. Sekolah yang memiliki jaringan baik bisa menjalankan secara online, sedangkan sekolah yang mengalami kendala tetap dapat melaksanakan ANBK secara semi-online,” ungkapnya.

Gladi bersih menjadi tahapan krusial sebelum pelaksanaan utama. Melalui simulasi tersebut, sekolah dapat memeriksa kesiapan sarana seperti komputer, aplikasi, jaringan internet, hingga sinkronisasi data. Bagi siswa, gladi bersih membantu mereka lebih nyaman dan percaya diri dalam menghadapi asesmen berbasis digital.

“Dengan terbiasa dari awal, siswa tidak gugup lagi. Ini sangat membantu kelancaran pelaksanaan,” tambahnya.

Pujianto menegaskan bahwa keberhasilan ANBK akan menjadi dasar penting bagi perbaikan kebijakan pendidikan di Kukar. Data yang dihasilkan menjadi cermin bagi pemerintah untuk menentukan langkah penguatan mutu pendidikan di masa mendatang.

“Dengan persiapan yang matang, kami optimis ANBK 2025 berjalan baik dan memberikan gambaran nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan,” pungkasnya. (adv/disdikbudkukar/kn5/rhi)