Generasi Bebas Stunting, Masa Depan Gemilang
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menegaskan komitmennya dalam menurunkan angka stunting secara signifikan melalui pendekatan konvergensi lintas sektor dan inovasi daerah. Dengan semangat berbagai program unggulan digulirkan demi mewujudkan generasi bebas stunting sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Data dari ePPGBM menunjukkan tren penurunan prevalensi stunting di Kukar dari 27,1% pada 2022 menjadi 14,3% pada 2024. Penurunan ini jauh lebih baik dibandingkan rata-rata Kalimantan Timur yang masih berada di angka 22,2% pada tahun yang sama. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. “Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras bersama. Kukar bahkan mendapat penghargaan dari Pemprov Kaltim sebagai kabupaten terbaik dalam penanganan stunting,” ucapnya dalam peringatan Hari Keluarga Nasional di Tenggarong.
Salah satu program inovatif yang menjadi sorotan adalah SAPA SI KAKA, yang melibatkan 21 dokter spesialis anak dari RSUD dan IDAI Kaltim. Program ini menyasar 124 titik layanan kesehatan dan akan diperluas ke 30 titik tambahan pada 2025.
Tak hanya pemerintah, dunia usaha dan komunitas juga turut berperan aktif melalui skema CSR dan hibah. Dana ini digunakan untuk pembangunan jamban sehat, pemberian makanan tambahan lokal, serta pemberdayaan kader kesehatan di tingkat desa. Kolaborasi ini memperkuat ekosistem penanganan stunting yang berkelanjutan.
“Semakin rendah angka stunting, semakin besar peluang kita untuk meningkatkan kualitas SDM Kukar,” ujar Bupati Aulia. Ia menegaskan bahwa Kukar, sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), harus menjadi contoh daerah yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. Dengan langkah-langkah nyata yang telah diambil, Kukar optimis dapat melahirkan generasi emas yang siap menyongsong masa depan gemilang. (adv/diskominfokukar/stg/kn2/rhi)
adminKN