Gelar Ruang Dialog, Mahyudin Serap Aspirasi dan Motivasi SDM di Tenggarong

Gelar Ruang Dialog, Mahyudin Serap Aspirasi dan Motivasi SDM di Tenggarong

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Mahyudin menggelar kegiatan Ruang Dialog bersama para Generasi Milenial dan Gen Z yang berlangsung di Pondok Three AL, Tenggarong, SENIN (3/6/2024).

 

Dirinya menyebut bahwa banyak aspirasi yang disampaikan dalam ruang diskusi tersebut dan adanya keinginan dari sejumlah Generasi Milenial dan Gen Z di Kota Raja Tenggarong, untuk mengupgrade diri dan memperbaiki sistem Sumber Daya Manusia (SDM). 

 

Melalui dialog tersebut juga bertujuan untuk mewujudkan mimpi dalam memajukan Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai daerah mitra Ibu Kota Nusantara (IKN). 

 

“Kami bisa mendengar banyak masukan berharga untuk kepentingan DPD, salah satunya dengan menyerap aspirasi,” jelasnya. 

 

Dirinya juga mengusung gagasan Kaltim Keren, dimana dirinya memiliki mimpi melihat Kaltim yang lebih hebat di masa mendatang. Mahyudin bercita-cita agar Kaltim tak hanya bisa dipandang sebagai wilayah yang membanggakan bagi orang luar, tapi juga bagi penduduk lokalnya.

 

Dengan adanya penunjukkan wilayah Kaltim sebagai wilayah dibangunnya IKN, maka harus mulai bergerak membangun semangat besar. Melalui aspirasi generasi penerus, Mahyudin menangkap keinginan besar yang diinginkan para milenial dan Gen Z. 

 

“Ada semangat besar generasi muda untuk mengupgrade diri memperbaiki SDM, kami bilang jangan selalu minta afirmasi dan prioritas. Tetapi harus punya jiwa kompetisi yang kuat dalam menghadapi Kaltim ditetapkan menjadi IKN,” tegasnya. 

 

Dia juga memandang, persoalan mendasar di Kaltim adalah ekonomi, begitu juga Kukar. Selama ini, lanjut Mahyudin, 50 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim masih bergantung pada sektor tambang dan galian. 

 

Ketergantungan ini pun diprediksi akan berakhir, dan berakibat rentan terhadap nilai pasar internasional. Dia memprediksi, tahun 2024 nilai komoditi akan turun yang berujung pada turunnya pendapatan Kaltim. 

 

Diungkapkannya, 2024 ini ketergantungan sektor tambang dan galian turun di angka 43 persen. Lebih disebabkan karena pembangunan IKN, yang konstruksinya terus berjalan. Sehingga, pendapatan per kapita Kaltim masuk dari sektor konstruksi. 

 

“Saya kira perlu ada langkah serius dari semua yang punya kepentingan untuk membangun industrialisasi, misalnya turunan prodak kita yang dapat diperbaharui,” ucapnya.

 

“Ini yang harus dipikirkan, kita bangun SDM yang baik, supaya memiliki nilai kompetitif yang kuat, sekaligus membangun sektor ekonomi yang tidak bergantung pada SDA yang pasti habis,” tambahnya. (kn3/rhi)