Regenerasi Seniman, Disdikbud Dorong Kaderisasi Lewat Sanggar dan Sekolah
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Di tengah kekayaan tradisi dan seni pertunjukan yang dimiliki Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), muncul kekhawatiran mengenai perkembangan generasi penerus seni tradisional. Minimnya keterlibatan anak muda membuat upaya pelestarian budaya menghadapi tantangan baru.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo menuturkan bahwa banyak maestro seni tradisi kini berada pada usia lanjut, namun tetap menjadi tulang punggung pertunjukan budaya di daerah. Kondisi tersebut menjadi alarm penting bahwa regenerasi perlu dipersiapkan lebih serius.
“Masih ada maestro yang tampil meski usianya sudah 70 tahun lebih. Ini membanggakan, tapi juga mengingatkan kita bahwa penerusnya harus disiapkan sejak dini,” ujar Puji.
Puji menilai fakta tersebut memperlihatkan semangat luar biasa para pelaku budaya, namun sekaligus menggambarkan lemahnya regenerasi. Jika generasi muda tidak diberi ruang atau motivasi, seni tradisi dikhawatirkan perlahan tersisih oleh perubahan zaman.
Disdikbud Kukar telah menyiapkan sejumlah langkah konkret, mulai dari penguatan sanggar, pembinaan komunitas seni, hingga kerja sama dengan sekolah agar generasi muda lebih dekat dengan kesenian tradisional. Program-program tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung proses kaderisasi.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan satu-dua maestro. Perlu dukungan komunitas dan pembinaan terstruktur agar warisan budaya bisa diteruskan dari generasi ke generasi,” tegasnya.
Puji menambahkan, tantangan lain datang dari persepsi keluarga maupun masyarakat yang menganggap profesi seniman kurang menjanjikan. Hal ini kerap menjadi alasan anak muda ragu menekuni seni tradisional.
Untuk itu, pemerintah daerah berupaya membuka lebih banyak ruang tampil bagi pelaku seni, baik dalam skala daerah maupun nasional, agar apresiasi publik terhadap seniman meningkat dan menarik minat generasi muda.
“Jika panggung terbuka luas, anak-anak muda akan melihat bahwa menjadi pelaku seni tradisi adalah sesuatu yang membanggakan. Dari sana, regenerasi akan tumbuh,” tutup Puji. (adv/disdikbudkukar/kn5/rhi)
adminKN