Polres Kukar Amankan 5 Tersangka Pencurian Alat Pengukur Gas Milik PHM
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Sebanyak 5 orang tersangka pelaku pencurian alat pengukur tekanan gas di sumur atau Barthon Chart di kawasan Delta Mahakam, Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara akhirnya berhasil ditangkap oleh Sareskrim Polres Kukar.
Kelima tersangka yang berinisial HR (48), FD (49), AD (33), JL (34) dan terakhir yakni DJ (39) yang merupakan salah satu karyawan dari anak perusahaan Pertamina Hulu Mahakam (PHM) divisi maintenance
"Para pelaku ditangkap di tiga lokasi berbeda yakni Balikpapan, Sangasanga dan Anggana," jelas KBO Sat Reskrim Polres Kukar, IPTU Sang Made Satria D. Selasa (11/4/2023).
Dari tangan para tersangka polisi berhasil menyita sebanyak 10 unit Bharton Chart. Namun dari secara keseluruhan tercatat ada sebanyak 32 alat milik negara yang dikelola oleh PHM tersebut dinyatakan hilang dengan kerugian mencapai Rp 2,4 Miliar.
"DJ yang merupakan oknum karyawan menjadi otak kejahatannya. DJ yang memang hafal kapan jadwal patroli, pun berhasil membantu para tersangka untuk masuk ke TKP dan mengambil barang bukti," tambahnya.
Bahkan dari beberapa alat Barthon Chart yang mereka curi, sudah ada yang dijual ke penadah di Jakarta. Dengan harga per unitnya mencapai Rp 10 juta. Terkait adanya sindikat penadah, kini masih didalami oleh Sat Reskrim Polres Kukar, bahkan sudah mengantongi beberapa nama untuk dilakukan penyelidikan.
Sementara itu, Senior Manager Operasi SKK Migas Kalsul, Roy Wudhiarta, mengapresiasi langkah Sat Reskrim Polres Kukar yang berhasil mengungkap pencurian barang milik negara yang berlokasi di kawasan Delta Mahakam tersebut.
Akibat hilangnya Barthon Chart, PHM menjadi terganggu dalam hal pencatatan produksi di Delta Mahakam. "Ini barang milik negara bukan milik Pertamina, dibeli dengan uang negara melalui hasil produksi minyak. Terus terang ini sangat mengganggu kegiatan operasi, kita tahu bahwa PHM yang mengoperasikan Blok Mahakam saat ini menjadi kontributor terbesar di Kaltim," jelas Roy Wudhiarta.
Dirinya menambahkan alat ini berfungsi untuk mengukur tekanan di sumur, jadi nanti ditekanannya ada dua parameter, akan diketahui laju alir dari liquid yang ada di setiap sumur. Ini sebagai bahan koreksi, kalau tidak ada bahan ini pencatatan mengenai berapa besar produksi dan lainnya terhambat.
Selain itu dirinya menyebut pihak PHM sebenarnya sudah menerapkan pola pengamanan di sumur-sumur, tapi memang tipikal sumur-sumur yang ada di PHM berada di delta, sepanjang alur sungai dan banyak sebetulnya ada ribuan disitu. Jadi sulit kalau harus menjaga satu persatu, sehingga dilakukan patroli.
"Pola patroli ini mungkin sudah diketahui oleh pelaku, sehingga kapan area itu tidak dijaga menjadi salah satu celah. Apalagi ini juga orang dalam yang mengetahui operasi, Kami ucapkan terimakasih, semoga ini menjadi pembuka pengungkapan kasus lainnya,” pungkasnya (kn1/rhi)

admin