Pendampingan Ibu Hamil, Pantau Kebutuhan Gizi

Pendampingan Ibu Hamil, Pantau Kebutuhan Gizi

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmen kuat dalam menurunkan angka stunting melalui pendekatan berbasis komunitas. Salah satu strategi utama adalah memperkuat peran Posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa.

Dalam dua tahun terakhir, sebanyak 799 Posyandu telah dilengkapi sarana prasarana sesuai standar, termasuk alat antropometri yang akurat untuk pemantauan pertumbuhan anak. Setiap Posyandu kini memiliki lima kader, dengan lebih dari 2.300 kader telah mendapatkan pelatihan intensif. Program ini merupakan bagian dari RPJMD Kukar 2021–2026 dan dijalankan melalui Program Keluarga Sehat.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, menegaskan bahwa Posyandu bukan hanya tempat penimbangan balita, tetapi juga pusat edukasi dan deteksi dini risiko kesehatan. “Saya minta para kader rutin melakukan deteksi dini terhadap berbagai risiko kesehatan, seperti memantau ibu hamil berisiko tinggi dan bayi dengan masalah gizi, termasuk stunting. Koordinasi dengan tenaga kesehatan juga harus diperkuat,” ujarnya.

Keberhasilan Kukar dalam menurunkan angka stunting dari 27,1% pada 2022 menjadi 14,6% di 2024 3 tidak lepas dari sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Program intervensi dilakukan secara terpadu, mencakup edukasi gizi, peningkatan layanan kesehatan, dan pengentasan kemiskinan.

Pemkab Kukar juga menetapkan 41 desa sebagai lokus intervensi stunting, dan melaksanakan Rembuk Stunting di seluruh kecamatan. Dengan pendekatan holistik dan kolaboratif, Kukar menegaskan bahwa pembangunan kesehatan berbasis masyarakat adalah jalan strategis menuju generasi masa depan yang sehat dan bebas stunting. "Dukungan dari dunia usaha melalui CSR, serta partisipasi aktif warga, memperkuat keberlanjutan program," pungkasnya. (adv/diskominfokukar/stg/kn2/rhi)