Pemkab Buka Rekruitmen Relawan, Bantu Nakes Kukar
kukarnews.id, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) membuka rekruitmen relawan yang difungsikan untuk membantu tenaga kesehatan yang ada di wilayah Kukar. Hal ini melihat dari lonjakan kasus aktif Covid-19 yang diketahui memang terus melonjak.
Sejumlah rumah sakit pun mulai terlihat kewalahan, karena harus mengutak-atik ruangan. Mengalokasikan ruangan yang ada, salah satunya mengalihfungsikan dari ruangan pasien non Covid-19 untuk perawatan pasien Covid-19.
Penambahan darurat fasilitas ruangan perawatan ini juga perlu didukung dengan melakukan penambahan tenaga kesehatan (nakes) yang melakukan perawatan pada pasien Covid-19.
Seperti di RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang contohnya, memerlukan tambahan relawan nakes. Karena jumlah kasus di Tenggarong yang semakin meningkat. Sampai-sampai membuka tenda darurat untuk menampung antrian pasien yang belum mendapatkan ruang perawatan khusus Covid-19.
Untuk itu penambahan jumlah relawan nakes, dianggap perlu oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Kukar. Melihat mulai banyak nakes yang bertumbangan, lantaran ikut terpapar saat bekerja. Menambah daftar panjang jumlah pasien terkonfirmasi positif di Kukar. Secara otomatis harus istirahat dan isolasi sementara hingga dinyatakan negatif Covid-19.
"(Penambahan nakes) Khusus untuk penanganan COVID-19, di Tenggarong utamanya," ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Martina Yulianti, belum lama ini.
Tercatat total sebanyak 150 relawan nakes yang bakal direkrut, dan ditempatkan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) khusus Covid-19 di RSUD AM Parikesit dan juga di RS Darurat Covid Wisma Atlet Kukar di Tenggarong Seberang.
Meskipun untuk dua rumah sakit lainnya, yakni RSUD Dayaku Raja Kota Bangun dan RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti (Abadi) Samboja pun mengalokasikan. Namun tidak sebanyak di Tenggarong.
Dari alokasi 150 relawan nakes yang akan direkrut oleh Dinkes Kukar tersebut terdiri dari dua profesi, yakni untuk dokter umum dan tenaga perawat. Dua posisi ini dianggap sangat emergency pemenuhannya. Seiring penambahan kasus Covid-19 yang bergejala sedang dan berat terus memenuhi fasilitas kesehatan plat merah tersebut.
Martina Yulianti juga tidak henti-hentinya, untuk meminta masyarakat di Kukar untuk saling berempati. Serta memahami kondisi nakes di Kukar. Semakin banyak pasien bergejala sedang dan berat yang harus ditangani oleh nakes. Sedangkan nakes mulai terbatas jumlahnya.
Rumah sakit di beberapa daerah tetangga pun mulai dipenuhi masyarakat. Seperti di Kota Samarinda dan Balikpapan. Sehingga tidak bisa terus menambah ruang perawatan disamping jumlah nakes yang tidak memungkinkan.
Semua pihak diminta sama-sama bertanggung jawab untuk memutus mata rantai penularan. Masyarakat yang mencari uang untuk makan pun tidak dilarang berada di luar rumah namun wajib waspada.
"Kita harus bisa bertanggung jawab agar tidak menularkan atau tertular, jangan sampai jadi media penular virus kepada orang lain," tutup Martina. (adv/dkom/kn1)
admin