Kukar Terbaik dalam Penurunan Angka Stunting Tertinggi se-Kaltim

Kukar Terbaik dalam Penurunan Angka Stunting Tertinggi se-Kaltim
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali me dalam hal penanganan kasus stunting. Ditandai dengan ditetapkannya Kukar sebagai kabupaten terbaik dalam penurunan prevalensi stunting di Kalimantan Timur (Kaltim).
 
Berdasarkan data, Kukar berhasil menurunkan 12,9 persen dalam rentang waktu 3 tahun. Dimana pada tahun 2022 tercatat ada sebanyak 27,1 persen, kemudian turun menjadi 17,6 persen dan pada tahun 2024 turun lagi menjadi 14,2 persen.
 
Dengan kata lain, Kukar menjadi Best Practice Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting. Di dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting, di Ruang Serba Guna Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, belum lama ini, Pemkab Kukar diminta untuk menyampaikan kiat-kiat dan strategi dalam menurunkan angka stunting.
 
"Menjadi penurunan tertinggi terbanyak di Kaltim, termasuk menyumbang agregat turunnya angka stunting di Kaltim," jelas Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono.
 
Sebagai bentuk kesuksesan pemkab dalam mengintervensi masalah stunting di Kukar. Seperti menjadikan penilaian kinerja bagi lurah, kepala desa (kades) hingga camat untuk bersama menurunkan atau mencegah timbulnya angka stunting baru. "Beberapa arahan Pak Wagub sudah kita laksanakan, termasuk menjadikan kinerja penurunan stunting jadi ukuran kinerja lurah, kades, camat," lanjutnya.
 
Lebih lanjut, Sunggono mengatakan berbagai langkah telah diambil dalam kebijakan penurunan angka stunting. Dimulai dari penetapan lokus intervensi pada tahun 2024 lalu. Setidaknya di 41 desa dan kelurahan di Kukar. Kemudian dilanjutkan dengan Rembuk Stunting dalam bentuk Minilokakarya di seluruh desa dna kelurahan.
 
Dengan kesuksesan ini, tentunya harapan Pemkab Kukar ada pada anak-anak Kukar. Menjadi cerminan masa depan dan melanjutkan pembangunan di Kukar. Sehingga jangan sampai ada anak-anak Kukar yang stunting dan tidak bisa berkembang. Tentunya menjadi beban baik untuk diri sendiri, orang tua dan daerah. "Makanya kita mendorong supaya tidak ada kasus sunting, tidak ada kasus baru di Kukar," ucap Sunggono.
 
"Tapi yang penting saya sampaikan adalah political will kepala daerah, memberikan perhatian penanganan stunting," tutup Sunggono. (adv/prokomkukar/kn2/rhi)