Kukar Gunakan Data KRS untuk Targetkan Intervensi Stunting Lebih Akurat
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam menurunkan angka stunting melalui pendekatan berbasis data. Salah satu terobosan strategis tahun ini adalah pemanfaatan data Keluarga Berisiko Stunting (KRS) yang diserahkan oleh BKKBN Kalimantan Timur (Kaltim) kepada Pemkab Kukar.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menegaskan bahwa data KRS menjadi fondasi penting dalam merancang intervensi yang lebih tepat sasaran. “Dengan data ini, kami bisa memastikan bahwa setiap OPD yang terlibat menjalankan intervensi yang sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Data ini harus lebih dari sekadar angka di atas kertas,” ucapnya.
Data KRS yang telah diverifikasi ini langsung digunakan oleh 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan Dinas Ketahanan Pangan. Mereka bekerja sama dalam program New Zero Stunting, yang menitikberatkan pada pencegahan agar tidak ada lagi anak-anak yang lahir dengan kondisi stunting.
Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, dr. Nurizky Permanajati, menyebutkan bahwa data KRS akan menjadi pedoman utama dalam merumuskan strategi penurunan angka stunting. “Pemberian data ini bertujuan agar instansi terkait dapat menggunakannya sesuai kebutuhan mereka dalam upaya penanganan stunting,” jelasnya.
Data dari ePPGBM menunjukkan tren positif: prevalensi stunting di Kukar menurun dari 27,1% pada 2022 menjadi 14,6% pada 2024. Namun, tantangan masih ada, terutama di lima kecamatan yang masih mencatat angka di atas ambang batas WHO.
Sunggono menambahkan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh. “Semua sepakat bahwa stunting merupakan masalah yang harus diatasi bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Maka semua pihak terkait harus menguatkan sinergi dan kolaborasi,” tegasnya.
Dengan strategi terpadu, dukungan lintas sektor, dan pemanfaatan data yang akurat, Kukar optimis dapat menurunkan angka stunting secara signifikan dan mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas.(adv/diskominfokukar/stg/kn2/rhi)
adminKN