Air Bersih untuk Semua: Inovasi ABSAH di Tengah Delta Mahakam

Air Bersih untuk Semua: Inovasi ABSAH di Tengah Delta Mahakam

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA — Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana, yang terletak di kawasan Delta Mahakam, menghadapi kesulitan serius dalam mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi geografis yang unik membuat desa ini tidak memiliki sumber air bersih yang memadai.

 

Selama ini, warga terpaksa membeli air bersih dari Desa Kutai Lama dengan harga yang cukup tinggi. Hal ini menjadi beban ekonomi tambahan bagi masyarakat, terutama bagi keluarga dengan penghasilan terbatas.

 

“Kami harus beli air bersih hampir setiap hari. Untuk kebutuhan sehari- hari," ucap Irma, seorang ibu rumah tangga di Desa Tani Baru.

 

"Harganya mahal, dan kadang-kadang Rp100 Ribu sehari,” tambahnya.

 

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kutai Kartanegara (Kukar), Supriyadi Agus meluncurkan inovasi ABSAH atau Akuifer Buatan Simpan Air Hujan Perkim Kukar sebagai solusi cepat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

“Pembangunan ABSAH ini merupakan solusi tercepat untuk mengatasi krisis air bersih di Desa Tani Baru. Air hujan akan dikumpulkan, difilter, dan kemudian disalurkan ke rumah-rumah warga,” jelas Supriyadi Agus.

 

Inovasi ABSAH Perkim Kukar ini merupakan bagian dari implementasi aksi perubahan dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan II Tahun 2025. Inovasi ini dirancang untuk menampung air hujan dalam jumlah besar, yang kemudian melalui proses penyaringan agar layak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang efektif dan berkelanjutan. Pihaknya juga menggandeng pihak Perumda Air Minum Tirta Mahakam.

 

“Kami berharap pembangunan ini bisa membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari dan mengurangi biaya tinggi yang selama ini mereka keluarkan,” tambahnya.

 

Kepala Desa Tani Baru, Ilyas, menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian pemerintah daerah dan menjelaskan dampak nyata dari krisis air bersih yang dialami warganya.

 

“Sudah bertahun-tahun warga kami mengalami kesulitan air bersih. Setiap musim kemarau, masalah ini semakin parah. Banyak warga yang harus mengeluarkan uang lebih hanya untuk kebutuhan dasar seperti mandi dan memasak. Kami sangat bersyukur atas perhatian dari Disperkim Kukar yang telah membangun ABSAH di desa kami. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal kehidupan. Kami berharap fasilitas ini bisa segera berfungsi dan dirawat dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Ilyas.

 

 

 

 

Pembangunan ABSAH menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan delta yang memiliki tantangan geografis tersendiri. (kn1/rhi)