Edi Damansyah Kunjungi Petani Milenial Desa Bendang Raya

Edi Damansyah Kunjungi Petani Milenial Desa Bendang Raya

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah melakukan kunjungan kepada petani milenial, Ridho Mahatir yang telah lama menekuni pertanian hortikultura di Desa Bendang Raya, Kecamatan Tenggarong, Selasa (30/11/2021). 


Edi menyampaikan kepada Ridho untuk membentuk kelompoknya, karena sudah adanya gabungan kelompok tani di Desa Bendang Raya.


“Kalau bisa ada kelompok petani milenial yang sudah memasuki profesi pertanian ini. Yang harus diketahui bersama bahwa sektor pertanian ini memiliki potensi yang luar biasa. Jadi saya minta generasi sekarang buka cakrawala pikiran, bahwa sektor pertanian ini menjanjikan dan saat ini identik dengan teknologi dan manajemen,” ucap Edi.


Kepada para pemuda di Kukar, Edi berpesan untuk membuang pikiran bahwa dahulu menjadi petani ini memalukan bagi anak-anak muda karena basah-basah dan berlumpur. “Sekarang tidak, karena sudah bergeser pada manajemen dan teknologi. Kami memastikan dalam pembangunan Kukar Idaman 2021-2026, salah satu fokus kami adalah sektor ekonomi berbasis pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif”, ungkapnya.


emerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar secara bertahap juga akan memberikan dukungan fasilitas seperti peralatan yang dibutuhkan. Salah satunya ada program penyediaan Saprodi, 120 embung, 120 kilometer jalan usaha, yang bertujuan untuk penguatan Sapras. “Saya terima kasih Ridho karena telah menekuni ini dan berharap dia bisa menjadi mentor dan penyemangat generasi,” tambahnya.


Lanjut Edi bahwa dilibatkannya petani milenial untuk sosialisasi kepada kaum milenial lainnya. Yang selalu dipesankan dalam arti keberhasilan Ridho ini jangan disimpan sendiri tetapi harus dibagi.


“Karena hidup ini berbagi. Kalau kita belum bisa membagi harta dan benda, kita bisa berbagi pengalaman, ilmu. Artinya taman ini juga kita harus melihat peluang pasar. Misalnya ini mendekati tahun baru dan itu identik dengan bakar jagung, nah momen itu harus kita baca,” katanya.


Selain itu dirinya berpesan agar tidak tergantung pada satu komoditas. Tetapi harus membaca peluang pasarnya. Jadi kita berkelanjutan menanamnya, dari Dinas Pertanian dan Penyuluh Petani Lapangan (PPL) untuk terus memberikan edukasi.


“Bagaimana teknis berbudidaya, perhitungan ekonomi, dan harus sampaikan dengan baik. Pertanian akan terus tumbuh karena sekarang statiknya 14 persen kontribusi sektor pertanian pada produk domestic regional bruto (PDRB) Kukar. Di tengah Covid-19 sektor lain mandek bahkan hampir rapuh. Tetapi alhamdulillah pertanian terus tumbuh dan meningkat jadi potensinya bagus,” tutup Edi yang juga menjadi ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kukar. (adv/dkom/kn1)