Ajak Terapkan PHBS, Warga Sebelimbingan Dibantu WC Sehat

Ajak Terapkan PHBS, Warga Sebelimbingan Dibantu WC Sehat

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Budaya perilaku hidup bersih sehat (PHBS) di tengah masyarakat berdampak pola hidup dan kualitas kesehatan. PHBS juga berpengaruh dalam upaya penekanan stunting. Sebab lingkungan yang kurang bersih mengakibatkan seseorang gampang sakit, dan gizi yang diserap oleh tubuh bisa terfokus untuk penyembuhan bukan untuk pertumbuhan.

 

Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) secara bertahap melakukan perubahan perilaku bagi warga yang tinggal di bantaran sungai diajak untuk meningkatkan budaya hidup sehat dengan sanitasi layak, yakni beralih dari jamban ke Water Closet (WC).

 

Sanitasi layak merupakan salah satu dari empat kriteria rumah layak huni. Sanitasi layak terdiri dari bangunan sebagai sarana mandi cuci kakus beserta septic tank layak, saluran pembuangan air kotor, hingga sistem pembuangan air limbah.

 

Sanitasi tidak layak akan mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan penghuni rumah. Hal ini dapat mempengaruhi program pemerintah untuk mengajak masyarakat menuju hidup sehat dan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. 

 

Berbarengan dengan ini, ajakan penerapan sanitasi layak juga sejalan dengan tujuan Pemkab Kukar untuk menurunkan angka stunting dan mengentaskan kemiskiann. Bahkan, ada langkah khusus yang juga tengah masif dijalankan, yaitu percepatan Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di kecamatan-kecamatan. 

 

Tak hanya mengajak, Pemkab Kukar juga membangunkan WC bagi sejumlah desa yang mayoritas masih menggunakan jamban, khususnya wilayah yang tinggal di bantaran sungai. 

 

"Harapan saya wc itu digunakan, karena ada kebiasaan kita berada di pinggir sungai, lalu turun ke jamban. Saat dibangunkan wc tidak terpakai, jadi ini harus beradaptasi untuk menggunakan WC,” pesan Bupati Kukar Edi Damansyah saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Desa Sebelimbingan, Kecamatan Kota Bangun, Senin (9/9/2024). 

 

Ia berharap program bantuan yang telah diberikan bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, khususnya dalam meningkatkan perbaikan kualitas kehidupan yang lebih baik lagi. 

 

Kades Sebelimbing Sauqani dalam laporannya mengatakan, pihaknya telah mengusulkan beberapa titik untuk dibangunkan sanitasi layak. Tapi dalam proses dan pelaksanaannya baru terbangun 34 titik, menyesuaikan dengan anggaran daerah. 

 

“Untuk wc kemarin kita usulkan 74 titik, sesuai keadaan di lapangan, tetapi dapatnya 34 titik. Alhamdulillah ini terus berproses,” ujarnya. (adv/diskominfokukar/stg/kn3/rhi)