Deteksi Gizi Balita via KMS, Puskesmas Loa Ipuh Siapkan Alur Rujukan Berjenjang

Deteksi Gizi Balita via KMS, Puskesmas Loa Ipuh Siapkan Alur Rujukan Berjenjang

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA — Penanganan masalah gizi anak di wilayah perkotaan menuntut kejelian tenaga kesehatan dalam mengidentifikasi status kesehatan balita secara berkala. Persoalan gizi pada anak tidak sekadar berfokus pada kasus stunting, melainkan mencakup berbagai indikator kategorikal penting yang harus dipantau sedini mungkin.

Ahli Gizi Puskesmas Loa Ipuh Tenggarong, Dwi Irawati, menjelaskan bahwa kategori masalah gizi balita secara garis besar meliputi stunting (pendek dan sangat pendek), wasting (gizi kurang dan gizi buruk), overweight (gizi lebih dan obesitas), hingga underweight (berat badan kurang dan sangat kurang). Seluruh status kesehatan tersebut dipantau secara rutin melalui kegiatan Posyandu setiap bulannya.

"Iya, biasanya balita kami pantau pertumbuhannya di Posyandu. Setiap bulan diukur dan ditimbang, apakah berat badan dan tinggi badannya sesuai. Hasilnya kemudian kami plotting dari buku KMS atau buku pink," ungkap Dwi Irawati.

Prosedur pencatatan pada grafik Kartu Menuju Sehat (KMS) ini menjadi acuan utama petugas dalam menilai apakah tumbuh kembang anak tergolong normal atau mengindikasikan adanya gangguan gizi.

"Di situ dilihat dari berat badan menurut usianya. Jika sesuai, berarti dikatakan normal. Tapi kalau tidak sesuai, bisa dikategorikan dalam status wasting atau gizi kurang, bahkan underweight," paparnya.

Guna memastikan penanganan yang tepat, Puskesmas Loa Ipuh menerapkan alur rujukan berjenjang bagi balita yang terdeteksi mengalami masalah gizi di lapangan.

Apabila dalam pemantauan rutin di Posyandu ditemukan balita dengan indikasi masalah gizi, kader kesehatan akan langsung mengarahkan rujukan ke Puskesmas. Di fasilitas kesehatan tingkat pertama ini, tim gizi akan memberikan intervensi medis awal.

"Setelah kami intervensi dan ternyata kondisinya memerlukan penanganan lanjutan seperti wasting berat atau stunting, itu biasanya langsung kami rujuk ke rumah sakit," pungkas Dwi.

Melalui sistem deteksi dini berbasis KMS dan alur rujukan yang terintegrasi ini, Puskesmas Loa Ipuh berkomitmen untuk memastikan setiap anak mendapatkan penanganan medis yang cepat, tepat, dan berkelanjutan. (adv/diskominfokukar/stg/kn1/rhi)